IDEOLOGIZATION OF OLD MEDIA AND NEW MEDIA

Main Article Content

Rachmadi Rasyid
M Alvilutfiansyah
Atipa Muji
Nurul Khotimah

Abstract

Media gangguan global. Intinya, media lama mempertahankan nilai-nilai budaya tradisional, sedangkan media baru lebih condong ke arah nilai-nilai inklusif dan global. Di era globalisasi, ideologi media lama dan media baru menunjukkan perbedaan yang signifikan. Media tradisional, seperti televisi dan surat kabar, cenderung memandang dirinya sebagai pengembang budaya lokal dan penyedia informasi akurat untuk pasar dalam negeri. Mereka memprioritaskan penyebaran nilai-nilai yang diterima secara budaya. Di sisi lain, media baru, termasuk media digital dan online, memandang dirinya sebagai agen yang membentuk budaya yang lebih inklusif dan global. Mereka fokus pada penyebaran informasi yang cepat dan membidik pasar global. Dalam konteks ini, media baru lebih condong pada standar budaya yang homogen dan orientasi berorientasi pasar. Dengan demikian, perbedaan tersebut menunjukkan bahwa ideologi media lama dan media baru memiliki tujuan dan strategi yang berbeda dalam mengembangkan budaya dan informasi.

Article Details

How to Cite
Rasyid, R., Alvilutfiansyah, M., Muji, A., & Khotimah, N. (2024). IDEOLOGIZATION OF OLD MEDIA AND NEW MEDIA. Merdeka Indonesia Jurnal International, 4(1), 59–66. https://doi.org/10.5555/miji.v4i1.120
Section
Artikel

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>