INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SALAK MENJADI MINUMAN TEH HERBAL ALAMI SEHAT DAN EKONOMIS

Main Article Content

Arini Inayaturrohmah
Nginayatuz Zakiyah
Nasihatul Fahmi
Melati Aulia Zulfa
Farhan Hidayat
Woro Laksita Aqilah
Muhammad Asfa Davibya
Ahmad Sahnan

Abstract

Pemanfaatan limbah kulit salak sebagai bahan dasar pembuatan teh herbal merupakan salah satu bentuk inovasi pengolahan pangan berbasis potensi lokal yang bernilai ekonomis dan kesehatan. Selama ini, masyarakat Desa Randegan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, hanya memanfaatkan daging buah salak, sedangkan kulitnya dibuang sebagai limbah. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), dilakukan pelatihan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mengolah kulit salak menjadi teh herbal alami. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi potensi lokal, perencanaan, pelatihan, hingga produksi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga dan terbukti bahwa teh kulit salak memiliki aroma khas, rasa sepat yang unik, dan diterima secara organoleptik oleh peserta. Produk ini tidak hanya berpotensi sebagai minuman herbal sehat, tetapi juga menjadi peluang pengembangan usaha dan peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis aset lokal dapat menciptakan inovasi, memberdayakan masyarakat, dan mendorong kemandirian ekonomi desa.

Article Details

How to Cite
Inayaturrohmah, A., Zakiyah, N., Fahmi, N., Aulia Zulfa, M., Hidayat, F., Laksita Aqilah, W., Asfa Davibya, M., & Sahnan, A. (2025). INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SALAK MENJADI MINUMAN TEH HERBAL ALAMI SEHAT DAN EKONOMIS. Merdeka Indonesia Jurnal International, 5(1), 261–268. https://doi.org/10.69796/miji.v5i1.354
Section
Artikel