KODE PEMBAYARAN DIGITAL : MENGUNGKAP RESIKO KEAMANAN QRIS DI ERA DIGITAL
Isi Artikel Utama
Abstrak
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah menjadi solusi pembayaran digital yang efisien bagi masyarakat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meskipun demikian, penggunaannya juga membawa sejumlah risiko keamanan, termasuk penipuan digital, pencurian data, dan manipulasi kode QR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko tersebut melalui metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan dengan survei terhadap pengguna QRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran pengguna mengenai keamanan masih tergolong rendah, khususnya di kalangan UMKM dan generasi Z, yang cenderung lebih rentan terhadap kejahatan siber. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital dan penerapan kebijakan perlindungan data untuk meminimalkan risiko dalam transaksi yang menggunakan QRIS.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Author Harus Menuliskan Bukti Tulisan Asli Buatan Sendiri Dengan Melampirkan Hasil Turnitin (Jika Ada) jika tidak bisa hubungi pihak jurnal MIJI untuk Cek Turnitin .